Minggu, 25 Juli 2010

Periode masa bayi neonatal
2 Minggu pertama  penyesuaian diri dengan lingkungan di luar rahim ibu
Pembagian Masa Bayi Neonatal
Periode Partunate
Mulai saat kelahiran s/d 15 & 30 menit sesudah kelahiran. Periode ini bermula dari keluarnya janin dari rahim ibu dan berakhir setelah tali pusar dipotong dan diikat. Sampai saat ini dilakukan, bayi masih merupakan pascamatur, yaitu lingkungan di luar tubuh ibu.
Periode Neonate

Dari pemotongan dan pengikatan tali pusar sampai sekitar minggu ke-2 dari kehidupan pascamatur. Selama periode ini bayi harus melakukan penyesuaian pada lingkungan baru di luar tubuh ibu.


Ciri-ciri Bayi Neonatal
Masa Bayi neonatal merupakan periode tersingkat dari semua periode perkembangan
Sejak lahir – mg II  penyesuaian du luar rahim
Kriteria medis  penyesuaian akan berakhir setelah pusar lepas
Kriteria fisiologis  penyesuaian berakhir pada saat bayi gemuk kembali setelah kehilangan berat badan setelah dilahirkan
Kriteria Psikologis  penyesuaian berakhir setelah bayi menunjukkan tanda perkembangan perilaku, kecuali yang sulit lahir atau prematur  lebih lama penyesuaian

2. Masa bayi neonatal merupakan masa terjadinya penyesuaian yang radikal
Kelahiran  gangguan pada pola perkembangan  terjadi peralihan dari lingkungan dalam ke lingkungan luar  perlu penyesuaian diri
3. Masa bayi neonatal merupakan masa terhantinya perkembangan dan pertumbuhan yang pesat. Terjadi sedikit kemunduran BB↓, kurang sehat.


4. Masa bayi neonatal merupakan pendahuluan dari perkembangan selanjutnya. Perkembangan bayi neonatal dapat memberi petunjuk tentang apa yang diharapkan terjadi selanjutnya.
5. Masa bayi neonatal merupakan periode yang berbahaya. Secara fisik  berbahaya karena kesulitan penyesuaian diri dengan cepat pada lingkungan yang sangat baru & berbeda  tingginya tingkat kematian bayi.
Secara psikologis saat terbentuk sikap dari orang yang berarti (bgmn penyesuaianbayi & orang tua)
Penyesuaian pokok yang dilakukan bayi neonatal pada kehidupan pascanatal
Penyesuaian yang harus dilakukan secara cepat yang mencakup
Perubahan suhu
Di dalam rahim suhu tetap 100F, di RS atau dirumah 60-70F  Flu  Pneumonia
2. Bernafas
Tali pusar diputus  bayi mulai bernafas sendiri. Kesulitan bernafas harus diberi oksigen
3. Menghisap dan menelan
Bayi harus menghisap dan menelan sendiri makanan tidak melalui tali pusar lagi  tercekik  sering tidak cukup mendapat makanan  BB turun
4. Pembuangan
Segera setelah lahir  alat pembuangan mulai berfungsi (sebelumnya melalui tali pusar)
Kondisi Penting yang mempengaruhi bayi pada pascanatal
Lingkungan Pranatal
Perawatan ibu yang kurang baik selama hamilmempengarhui perkembangan janin, komplikasi pada persalinanmempengaruhi penyesuaian diri bayi
Ibu kurang gizilahir prematur, meninggal waktu lahir atau hari-hari pertama lahir
Tekanan yang kuat pada ibu  janin hiperaktif
2. Sikap orang tua
Sikap orang tua yang menyenangkan akan mendorong penyesuaian yang baik pada bayi interaksi orangtua dan bayi tidak ditandai ketegangan emosional atau kegelisahan.
Sikap ibu yang tenang  air susu lebih banyak.
Sikap ayah  tidak langsung  mempengaruhi sikap ibu
Secara langsung  cara ayah menghadapi/merawat bayi.
Sikap orang tua  dipengaruhi sikap dari periode pranatal

3. Perawatan Pascanatal
Perhatian yang diterima bayi, jenis & banyaknya rangsangan serta derajat kepercayaan orang tua terhadap tugasnya.
4. Pengalaman yang berhubungan dengan persalinan
5. Jenis Persalinan
6. Lama Periode Kehamilan

Jumat, 02 Juli 2010

KARTU HASIL STUDI (KHS)
Note : Nilai dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

No
Kode Matakuliah
Nama Mata Kuliah
Kredit
Nilai
K.N
1
PS-12100 PSIKOLOGI INDUSTRI & ORG
2
B
6
2
PS-12300 PSIKOLOGI PERKEMBANGAN 1
3
C
6
3
PS-12400 PSIKOLOGI SOSIAL 1
3
C
6
4
PS-12701 PSIKOLOGI UMUM 2
3
B
9
5
PS-12800 ANTROPOLOGI
2
B
6
6
PS-12804 STATISTIK 2
3
C
6
7
PS-12805 PSIKOLOGI KEPRIBADIAN 1
2
C
4
8
PS-12807 METODOLOGI PENELITIAN 1
2

0
9
PS-22104 ANALISIS JABATAN
2

0
10
PS-2233 PSI.PERK.ANAK & REMAJA
2
C
4

I.P. Semester ini : 1,96
Max. Kredit Semester yad : 15 SKS

Sabtu, 01 Mei 2010

stereotip

Stereotip adalah gambaran (citra, persepsi) tentang suatu kelompok sosial dalam kognisi kelompok sosial lainnya. Biasanya bersifat simplisitik namun tetap punya fungsi, yakni membantu seseorang dari satu kelompok untuk mulai bersikap terhadap kelompok lainnya. Stereotip dapat menumbuhkan prasangka yang pada gilirannya melahirkan sikap diskriminatif. Stereotip etnis merupakan konsep relatif yang ditetapkan pada suatu kelompok etnis yang dikenal sejak seseorang masih kecil, melalui interaksi seorang anak diajar untuk mengenal dunia di luar dirinya. Seperti latar belakang keluarga, status orang tua bahkan suku atau ras yang diturunkan padanya. Semenjak itu, anak mulai melakukan stereotyping yang hampir selalu berkaitan dengan asal-usul seperti jenis kelamin, daerah atau negara, atau kelas sosial. Stereotip dapat berupa atribut-atribut yang biasanya melekat pada kelompok tertentu, misalnya logat bicara, penggunaan bahasa, gaya berpakaian dan berdandan, sudut pandang terhadap sesuatu hingga pemakaian benda atau lambang simbolis tertentu.

Peranan stereotip pada individu yang berprasangka sangat besar dalam pergaulan sosialnya, apalagi bila sampai dapat mengubah perilaku (attitude) seseorang terhadap suatu etnis yang dikenai stereotip tersebut. Attitude-attitude tersebut dibentuk sepanjang perkembangannya. Peranan attitude di dalam kehidupan manusia adalah peranan besar, apabila sudah dibentuk maka attitude-attitude akan turut menentukan cara-cara tingkah lakunya terhadap objek-objek attitude-nya dan akan bertindak secara khas terhadap objek-objeknya.

Stereotip adalah suatu keyakinan yang digeneralisir, dibuat mudah, disederhanakan atau dilebih-lebihkan mengenai suatu kategori atau kelompok orang tertentu. Keyakinan tersebut biasanya bersifat kaku dan diwarnai emosi, walaupun tidak jarang stereotip dilontarkan dalam kemasan humor. Sedangkan etnis adalah kelompok yang bisa dibedakan dari kelompok lain berdasarkan ciri-ciri budayanya seperti bahasa, agama, asal-usul kebangsaan. Etnis biasanya diterapkan oleh kelompok minoritas yang terpisah menurut sikap tradisi kultural.

Stereotip

Stereotip adalah kombinasi dari ciri-ciri yang paling sering diterapkan oleh suatu kelompok tehadap kelompok lain, atau oleh seseorang kepada orang lain (Soekanto, 1993). Secara lebih tegas Matsumoto (1996) mendefinisikan stereotip sebagai generalisasi kesan yang kita miliki mengenai seseorang terutama karakter psikologis atau sifat kepribadian. Beberapa contoh stereotip terkenal berkenaan dengan asal etnik adalah stereotip yang melekat pada etnis jawa, seperti lamban dan penurut. Stereotip etnis Batak adalah keras kepala dan maunya menang sendiri. Stereotip orang Minang adalah pintar berdagang. Stereotip etnis Cina adalah pelit dan pekerja keras.

Stereotip berfungsi menggambarkan realitas antar kelompok, mendefinisikan kelompok dalam kontras dengan yang lain, membentuk imej kelompok lain (dan kelompok sendiri) yang menerangkan, merasionalisasi, dan menjustifikasi hubungan antar kelompok dan perilaku orang pada masa lalu, sekarang, dan akan datang di dalam hubungan itu (Bourhis, Turner, & Gagnon, 1997). Melalui stereotip kita bertindak menurut apa yang sekiranya sesuai terhadap kelompok lain. Misalnya etnis jawa memiliki stereotip lemah lembut dan kurang suka berterus terang, maka kita akan bertindak berdasarkan stereotip itu dengan bersikap selembut-lembutnya dan berusaha untuk tidak mempercayai begitu saja apa yang diucapkan seorang etnis jawa kepada kita. Sebagai sebuah generalisasi kesan, stereotip kadang-kadang tepat dan kadang-kadang tidak. Misalnya stereotip etnis jawa yang tidak suka berterus terang memiliki kebenaran cukup tinggi karena umumnya etnis jawa memang kurang suka berterus terang. Namun tentu saja terdapat pengecualian-pengecualian karena banyak juga etnis jawa yang suka berterus terang.

Stereotip dapat diwariskan dari generasi ke generasi melalui bahasa verbal tanpa pernah adanya kontak dengan tujuan/objek stereotip (Brisslin,1993). Misalnya saja stereotip terhadap etnis Cina mungkin telah dimiliki oleh seorang etnis Minang, meskipun ia tidak pernah bertemu sekalipun dengan etnis Cina. Stereotip juga dapat diperkuat oleh TV, film, majalah, koran, dan segala macam jenis media massa. Menurut Johnson & Johnson (2000), stereotip dilestarikan dan di kukuhkan dalam empat cara,:
  1. Stereotip mempengaruhi apa yang kita rasakan dan kita ingat berkenaan dengan tindakan orang-orang dari kelompok lain.
  2. Stereotip membentuk penyederhanaan gambaran secara berlebihan pada anggota kelompok lain. ndividu cenderung untuk begitu saja menyamakan perilaku individu-individu kelompok lain sebagi tipikal sama.
  3. Stereotip dapat menimbulkan pengkambinghitaman.
  4. Stereotip kadangkala memang memiliki derajat kebenaran yang cukup tinggi, namun sering tidak berdasar sama sekali. Mendasarkan pada stereotip bisa menyesatkan. Lagi pula stereotip biasanya muncul pada orang-orang yang tidak mengenal sungguh-sungguh etnik lain. Apabila kita menjadi akrab dengan etnis bersangkutan maka stereotip tehadap etnik itu biasanya akan menghilang.
Matsumoto (1996) menunjukkan bahwa kita dapat belajar untuk mengurangi stereotip yang kita miliki dengan mengakui tiga poin kunci mengenai stereotip, yaitu:
  • Stereotip didasarkan pada penafsiran yang kita hasilkan atas dasar cara pandang dan latar belakang budaya kita. Stereotip juga dihasilkan dari komunikasi kita dengan pihak-pihak lain, bukan dari sumbernya langsung. Karenanya interpretasi kita mungkin salah, didasarkan atas fakta yang keliru atau tanpa dasar fakta.
  • Stereotip seringkali diasosiasikan dengan karakteristik yang bisa diidentifikasi. Ciri-ciri yang kita identifikasi seringkali kita seleksi tanpa alasan apapun. Artinya bisa saja kita dengan begitu saja mengakui suatu ciri tertentu dan mengabaikan ciri yang lain.
  • Stereotip merupakan generalisasi dari kelompok kepada orang-orang di dalam kelompok tersebut. Generalisasi mengenai sebuah kelompok mungkin memang menerangkan atau sesuai dengan banyak individu dalam kelompok tersebut.

Jumat, 26 Maret 2010

JOB DESCRIPTION

Jabatan: Direktur Pemasaran

Laporan Kepada: Direktur Eksekutif; konsultasi dari divisi Marketing Partner (s)

Status: Bebaskan

Posisi Responsibilities

Langsung keseluruhan perusahaan pemasaran dan perencanaan strategis program, dan komunikasi perusahaan. Klien memfasilitasi pembangunan melalui pemasaran dan program layanan klien.

Tugas dan tanggung jawabnya meliputi, tetapi tidak terbatas pada:

Merancang, melaksanakan, dan memfasilitasi rencana pemasaran tahunan perusahaan. Mendukung dan memfasilitasi pengembangan dan pelaksanaan bagian bisnis / rencana pemasaran.

Merencanakan dan mengelola perusahaan Operasi Pemasaran anggaran; mendukung pengembangan anggaran pemasaran regional.

Kontribusi Amal mengawasi Foundation.

Mengatur dan melaksanakan hubungan klien termasuk:
survei kepuasan klien
klien kegiatan pembangunan
pelatihan klien
acara khusus

RFP perusahaan mengawasi proses protokol termasuk meminta RFP dari calon yang diinginkan klien dan menulis proposal untuk bisnis baru; berpartisipasi dalam perencanaan dan presentasi sesi, ketika ditugaskan.

Mengawasi kegiatan pengembangan usaha termasuk:
upaya melalui Koordinator Pengembangan Bisnis
pengacara membantu dalam perencanaan strategis untuk presentasi klien, kecantikan
kontes, dsb
menawarkan pelatihan bagi calon klien rapat, presentasi, dll
bekerja sama dengan kantor regional di merancang dan menerapkan calon pelanggan dan klien sistem kontak.
?
Mengawasi aktivitas komunikasi korporat perusahaan melalui Koordinator Komunikasi termasuk:
komunikasi eksternal dan sistem
komunikasi internal dan sistem
upaya PR
vendor dan konsultan eksternal

Mengembangkan dan mengelola database pemasaran yang meliputi prospek klien dan informasi, milis aplikasi, akses ke laporan keuangan, dll

Membantu dan mendukung keterlibatan perusahaan dalam berbagai jaringan hukum termasuk pengembangan bisnis dan mengkoordinasikan kegiatan pemasaran melalui hubungan ini.

Desain dan rencana pemasaran triwulan seminar pelatihan untuk pengacara.

Perusahaan mengawasi usaha pemasaran elektronik termasuk pengawasan desain situs Web dan pemeliharaan.

Mengawasi Marketing Assistant, Layanan Klien Administrator, Manajer Komunikasi, Praktek Development Manager dan Regional Marketing Manager (s). Membuat keputusan perekrutan staf dan dalam departemen pemasaran.



Standar Pekerjaan

Pendidikan: College degree required. Konsentrasi di Pemasaran, Bisnis, atau Komunikasi lebih disukai.

Pengalaman: Setidaknya lima tahun dalam peran direktur pemasaran dalam lingkungan layanan profesional. Kepemimpinan yang kuat dan konsensus keterampilan; pemasaran manajemen dan perencanaan strategis pengalaman; yang sudah terbukti track record dalam mengembangkan dan mengelola program pemasaran.

Required Skills: Harus self-starter, sangat terorganisir, dan mampu bekerja dengan baik dengan pengacara pada semua tingkatan dalam organisasi. Dipoles presentasi dan interpersonal yang baik. Harus memiliki tingkat atas manajemen bisnis, interpersonal, dan keterampilan fasilitasi. Kebutuhan pengetahuan yang baik dari Microsoft Office dan Windows komputer berbasis aplikasi.

Keterampilan khusus: Latar belakang pemasaran hukum dan pengetahuan dari Elite Practice Sistem Pengembangan plus.
Struktur Organisasi
Indikator
1.
Laporan data dan informasi kondisi pasar di cabang
2.
Program kerja penjualan
3.
Pencapaian penjualan
4.
Laporan evaluasi penjualan
5.
Laporan penjualan cabang
6.
Tertib administrasi
7.
Tingkat kepuasan konsumen
8.
Keberhasilan program promosi

Dimensi
Keuangan
:
1.
Target Penjualan




Non Keuangan
:
1.
    Target unit penjualan


2.
Jumlah pelanggan


3.
Jumlah tenaga penjualan

Spesifikasi Jabatan
Latar belakang pendidikan dan pengalaman
:
1.
    Minimum pendidikan S-1 di semua bidang
2.
    Pemahaman mengenai pemasaran dan penjualan
3.
    Pengetahuan mengenai produk perusahaan
4.
    Kemampuan negosiasi
5.
Kemampuan presentasi dan komunikasi
6.
5 – 7 tahun pengalaman yang bervariasi dalam bidang pemasaran dan penjualan
Kompetensi
:
1.
Kepemimpinan.
2.
Results oriented
3.
    Dapat bekerjasama
4.
    Integritas
5.
    Membina hubungan
6.
Pendekatan interpersonal
Identitas Jabatan
Nama Jabatan : Sales & Marketing Manager
Departemen : Sales & Marketing
Atasan langsung : Sales & Marketing Director
Bawahan langsung : S & M Supervisor(s)

Tujuan Jabatan
Merencanakan, mengontrol dan mengkoordinir proses penjualan dan pemasaran bersama S & M Supervisor(s) untuk mencapai target penjualan dan mengembangkan pasar secara efektif dan efisien.

Tanggung Jawab Utama
No
Uraian
Skala Waktu H/M/B/T
1

Menentukan harga jual, produk yang akan dilaunching, jadwal kunjungan serta system promosi untuk memastikan tercapainya target penjualan

B
2

Memonitor perolehan order serta merangkumkan forecast untuk memastikan kapasitas produksi terisi secara optimal

B/M/H
3

Memonitor jumlah stock seluruh Dept. Sales & Marketing untuk memastikan umur stock perusahaan tidak melebihi target yang telah ditentukan.

B/M
4

Menganalisa dan mengembangkan strategi marketing untuk meningkatkan jumlah pelanggan dan area sesuai dg target yang ditentukan

T/B
5

Menganalisa dan memberikan arah pengembangan design & warna, untuk memastikan pengembangan produk sesuai dengan kebutuhan pasar

T/B
6

Melakukan evaluasi kepuasan pelanggan dari hasil survey seluruh sales team untuk memastikan tercapainya target kepuasan pelanggan yang ditentukan

T/B
7

Menerapkan budaya, sistem, dan peraturan intern perusahaan serta menerapkan manajemen biaya, untuk memastikan budaya perusahaan dan sistem serta peraturan dijalankan dengan optimal.

H
H : Harian, M : Mingguan, B : Bulanan, T : Tahunan